Terpaksa Makan Kepiting Terlarang, Dua Warga Miskin di Semau-NTT, Tewas (I)

BeritaKupang_Peristiwa ini terjadi 2 Juni 2017 silam, namun masih segar dalam ingatan dan sulit untuk dilupakan. Pasalnya, tragedi ini terjadi akibat belenggu kemiskinan. Satu keluarga miskin di desa Naikea atau Naikean, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, 10 dari 12 orang anggotanya, terpaksa makan kepiting “terlarang” hingga menewaskan dua orang dan delapan lainnya harus dirawat intensif.

Tragedi ini berawal ketika Linu, warga Dusun I, Rt 01, Rw 01 pulang melaut, membawa jaring penuh ikan dan kepiting kembali ke rumahnya. Biasanya kepiting yang nyangkut di jaring, langsung dibersihkan dan dibuang, karena terlarang untuk dimakan. Namun saat itu karena alasan laut sedang bergelombang dan kelelahan, maka semuanya dibawa ke rumah. Sebelum berbaring melepas lelah, dia berpesan kepada Maria Dethan, mertuanya, untuk hanya mengambil ikan.

Tanpa sepengetahuannya, sang Nenek memanggil cucu-cucunya, mengumpulkan semua kepiting, kurang lebih 50 ekor dan merebusnya untuk lauk makan siang. Saat matang, Nenek Maria membagikan lima ekor kepting rebus kepada para cucunya yang menerima dengan sukacita. Soalnya sudah seminggu lebih mereka makan tanpa lauk karena tak punya uang.

Saat sedang makan, tiba-tiba Okri (20 tahun), cucu tertuanya menjerit tak bisa melihat. Okri menjadi buta.

(bersambung)

@redaksiBK

Comments

komentari

Comments are closed.

Facebook
Skip to toolbar