Terpaksa Makan Kepiting Terlarang, Dua Warga Miskin di Semau-NTT, Tewas (II)

BeritaKupang_Tangisan histeris yang seakan takkan berujung, pecah di dalam rumah keluarga besar Pinga. Mereka meratapi kepergian Srimuliati Pinga, bocah perempuan berusia 5 tahun, yang meregang nyawa usai menyantap seekor kepiting masakan Neneknya, Maria Dethan.

Gadis kecil yang didandani baju putih berenda, layaknya malaikat pengiring pengantin ini, nyawanya tak tertolong. Sri tak menghabiskan makan siangnya, karena tiba-tiba mengeluh pusing, mual, lalu muntah-muntah. Keluarga hendak meminumkan air kelapa muda, namun sang bocah keburu tertidur. Sangka sang ibu, Sri hanya tertidur biasa hingga ditinggal menyiram bawang merah. Ternyata bocah manis ini tertidur untuk selamanya.

Ratap tangis pun tak terbendung dari rumah Linus Polin. Pria paruh baya ini meratapi kematian Okri Polin (20 tahun), anak gadisnya yang juga meregang nyawa saat sedang makan kepiting, yang tertangkap bersama ikan pada jala miliknya, di pagi hari itu.

Okri lah yang pertama menyadari jika telah terjadi sesuatu yang mengerikan. Saat sedang menghabiskan kepiting yang kelima, tiba-tiba dia berteriak mengalami kebutaan total disertai rasa lidah dan tenggorokan membengkak.

Teriakannya menyadarkan sang nenek akan pesan anak Mantunya, bahwa kepiting terlarang itu harus dibuang karena bisa mematikan.

Terlambat. Okri pun muntah-muntah lalu jatuh tersungkur dan tewas seketika. Almarhumah meninggalkan seorang bayi berusia tiga bulan, yang dikandungnya saat hendak menamatkan SMA di Kabupaten Rote Ndao.

Sangat kuatnya racun yang ditelan Okri, dua ekor anak anjing dan dua ekor kucing dewasa yang menjilat mutahannya pun, tewas.

(Bersambung)

@redaksiBK

Comments

komentari

Comments are closed.

Facebook
Skip to toolbar