Terpaksa Makan Kepiting Terlarang, Dua warga Miskin di Semau-NTT, Tewas (III)

BeritaKupang_Kematian tragis ini menghentak ketenangan warga desa Naikean, yang umumnya bekerja sebagai petani nelayan.Mereka sungguh-sungguh terkejud. Kematian akibat memakan kepiting tidak semestinya terjadi. Turun-temurun mereka diingatkan untuk tidak mengkonsumsi kepiting, yang tersangkut pada jaringnya karena terlarang. Terlarang karena bisa mematikan.

Warga dusun 01, menatap tak percaya sejumlah kepiting yang masih tersangkut pada jaring yang disematkan begitu saja di pagar. Kepiting inilah yang dikonsumsi nenek Maria Dethan bersama para cucunya. Kepiting yang dinamai warga lokal dengan bunga jagung ini memang tak pernah dikonsumsi oleh mereka, turun-temurun.


Warga sangat heran, larangan keras ini diabaikan begitu saja. Seakan-akan tak takut bahaya yang menanti mereka.

Namun Kepala Desa Naikean, Johan R. Lima mengakui jika Keluarga yang terkena musibah adalah warga yang paling miskin di desanya. Sejak dahulu, hidup mereka sangat susah. Kuat dugaan mereka mengkonsumsi kepiting yang terlarang itu karena kesulitan hidup.

Buntutnya, enam dari delapan anak-anak termasuk sang Nenek, yang mengkonsumsi kepiting beracun harus dirawat intensif oleh pertugas kesehatan Puskesmas Semau Selatan. Jalan yang buruk dan jarak yang jauh memaksa perawatan dilakukan di rumah warga setempat.

Sementara untuk kepentingan penyelidikan, dua ekor kepiting rebus diambil Aggota Polsek Semau untuk dikirim ke Labolatorium Kesehatan Propinsi NTT, supaya dianalisa.

(bersambung)

@redaksiBK

Comments

komentari

Comments are closed.

Facebook
Skip to toolbar