Waahh…. Buaya Besar Tertangkap di Muara Manikin

Berita Kupang_Seekor buaya muara sepanjang 3,87 meter, berhasil ditangkap team Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam, NTT, Rabu (16/03/16) malam. Buaya berjenis kelamin jantan ini tertangkap setelah tertombak harpon saat air muara kali Manikin surut. Upaya penangkapan dan evakuasi berlangsung dramatis karena berlangsung dalam kondisi minim cahaya.

Puluhan warga dari wilayah wisata pantai Manikin, Rabu malam tadi, memadati muara sungai Manikin, setelah mendapat kabar petugas BKSDA telah menjebak seekor buaya, di areal muara. Keadaan yang gelap gulita tak menyurutkan minat dan antusiasme warga menyaksikan penangkapan buaya, yang meresahkan warga.

Bermodalkan senter kepala, belasan pegawai BKSDA, mengerubungi seekor buaya yang sudah terikat tali pada rahang bagian atas, di dasar sungai. Sesekali sang buaya mencoba melepaskan diri dengan bergulingan. Upaanya ini memicu teriakan histeris warga, yang menyaksikan dari pinggiran kali.

Aksi berguling yang merupakan senjata ampuh buaya untuk melumpuhkan mangsana ini tak mempan memutuskan tali dan mengendurkan semangat para petugas. Bergerak cepat, selembar kain langsung dilemparkan seorang petugas ke kepala, buaya, untuk menutup matanya. JIka matanya telah tertutup, buaya cenderung diam dan tenang.

Saat inilah, empat orang petugas dengan gesit melompat langsiung menduduki punggung buaya, dan dengan gesit mengikat kaki-kakinya. Rahangnya pung diikat dengan tali dan dibantu lilitan isolasi. Setelah semuanya terkendali, secara beramai-ramai, buaa dengan berat sekitar seratus kilogram lebih ini ditarik menyusuri sungai sebelum diangkat ke atas mobil.

Penangkapan buaya ini berawal dari laporan sejumlah nelaan ang melihat kemunculannya pada Rabu pagi kemarin.

Tindakan penangkapan terhadap buaya-buaya liar dan ganas ini sebagai bentuk respons BKSDA terhadap keinginan warga masyarakat pesisir yang mengharapkan semua buaya liar direlokasi karena telah meningkatkan serangan fatal terhadap manusia.

Sepanjang 2016, BKSDA telah menangkap empat ekor buaya dari kawasan Lasiana, Kota Kupang hingga Nunkurus Kabupaten Kupang. kedua kawasan ini sejatinya merupakan kawasan habitat buaya muara Timor. Perluasan kawasan pemukiman dan pertanian yang terus berkembang, menciptakan konflik teritorial.

Menurut rencana, seluruh buaya di kawasan tersebut akan ditangkap seluruhnya dan akan diserahkan kepada pengusaha atau investor yang ingin melakukan usaha penangkaran, namun sayang kabarnya penangkaran ini akan dilakukan di Kalimantan, kata Dadang salah seorang pejabat BKSDA NTT.

Hal ini bakal terjadi karena hingga saat ini belum ada satupun pengusaha atau orang di NTT yang berminat melakukan usaha penangkaran buaya, yang bernilai ekonomis sangat tinggi sekaligus sebagai tempat pusat studi serta wisata.

Ayooo… Lestarikan¬† Buaya Timor

Quo vadis buaya Timor?

@redaksiBK

Comments

komentari

Categories: Barita,Dunia,Sosbud,wisata

Comments are closed.

Facebook
Skip to toolbar